Kamis, 10 Desember 2009

SBY: Reformasi dan Demokrasi di Indonesia Berjalan Benar

Proses reformasi dan demokrasi di Indonesia penuh gejolak dan pasang surut. Setelah 11 tahun berlalu, Presiden SBY menilai demokrasi dan reformasi di Indonesia telah berjalan dengan benar. Hal itu disampaikan SBY saat membuka Bali Democracy Forum (BDF) II di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Kamis (10/12/2009). Forum ini diikuti 63 negara di Asia Fasifik.

Dalam sambutannya, SBY menceritakan bahwa pada tahun 2009, Indonesia telah melalui dua peristiwa politik, yaitu yaitu Pilleg dan Pilpres.

Menurut SBY, dalam dua peristiwa tersebut, rakyat Indonesia tunjukkan partisipasi yang sangat besar. Sebab pemilu diikuti oleh 128 Juta pemilih atau 84 persen dari total pemilih.

"Hal ini membuktikan setelah tiga kali melakukan pemilu, kepercayaan rakyat terhadap sistem demokrasi. Berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) tercatat sekitar 90 persen percaya bahwa bangsa dan negara berada dalam arah yang benar," kata SBY.

SBY menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bukti bahwa demokrasi telah secara sadar diterima. Demokrasi juga sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan Indonesia.

"Era Demokrasi dan Reformasi Indonesia kini telah berusia 11 tahun. Proses ini sama sekali tidak mudah tapi penuh dengan rintangan dan pasang surut," katanya.

Namun SBY bersyukur dalam proses yang labil tersebut, para pemimpin bangsa memiliki kesadaran dan niat baik, selalu bekerja sama seraya mencari konsensus dan kompromi, berani mengambil keputusan-keputusan yang sulit dan selalu mengajak masyarakat untuk berpartisipasi.

"Setelah mengalami masa yang penuh gejolak, demokrasi Indonesia kini mencapai suatu equilibrium yang baru, yang relatif stabil dan dimanis," kata SBY.

"Kami rakyat Indonesia belajar banyak dalam masa transisi reformasi dan demokratisasi yang penuh suka dan duka. Kami juga bersyukur, dalam perkembangannya kehidupan demokrasi yang makin mekar ini juga disertai pembangunan ekonomi yang makin berhasil dan politik yang makin stabil, pemerintahan yang bersih dan penegaka hukum yang makin terwujud," demikian SBY.

Pertemuan Bali Democracy Forum (BDF) II membahas keselarasan antara demokrasi dan pembangunan.

Tiga kepala negara, yaitu Perdana Menteri Jepang  Yukio Hatoyama, dan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, serta Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, tercatat hadir dalam pertemuan ini. (Anto)

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut